MATARAM — Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kimia serta membekali dosen dengan pendekatan praktis untuk pengajaran laboratorium, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (UNRAM)—bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui Leading University Project for International Cooperation (LUPIC)—menyelenggarakan Pelatihan Eksperimen Kimia Berskala Kecil.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 1 September 2026, di Laboratorium Kimia FKIP Universitas Mataram, di Mataram, Lombok. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan penerapan Kimia Skala Kecil (SSC) dalam pembelajaran berbasis laboratorium kepada para dosen dan mahasiswa.
Selama pelatihan, para peserta diperkenalkan pada teknik pelaksanaan eksperimen kimia menggunakan peralatan laboratorium berukuran kecil dan bahan kimia dalam jumlah minimal. Pendekatan SSC mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi biaya, dan kelestarian lingkungan, sekaligus membantu mengurangi penggunaan bahan kimia dan limbah laboratorium. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar di laboratorium kimia.
Pelatihan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dr. Saprizal Hadi Saputra, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP UNRAM. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan pemahaman serta kemampuan praktis peserta dalam melaksanakan eksperimen kimia menggunakan Small-Scale Chemistry Kit. Beliau berharap agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat membantu peserta mencapai hasil pembelajaran kimia yang lebih efektif.Dr. Saprizal juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada LUPIC atas dukungannya dalam mewujudkan pelatihan ini. Beliau menyampaikan terima kasih kepada Ketua Perwakilan LUPIC Undiksha dan tim penyelenggara atas komitmen mereka dalam melaksanakan program kerja sama antara Universitas Pendidikan Ganesha dan UNRAM.
Ia juga mengapresiasi partisipasi para dosen dari Program Studi Kimia, Koordinator Program Studi Kimia, serta mahasiswa yang terlibat secara aktif sepanjang pelatihan berlangsung. Keterlibatan mereka, menurutnya, merupakan bagian penting dari keberhasilan kegiatan kolaboratif tersebut.
Pelatihan Eksperimen SSC ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Mataram (UNRAM). Pelatihan tersebut menghadirkan pemaparan dari Prof. Drs. I Nyoman Suardana, M.Si. dan Prof. I Wayan Muderawan, Ph.D., yang berbagi keahlian serta pengalaman mereka dalam menerapkan Small-Scale Chemistry (Kimia Skala Kecil) pada kegiatan praktikum laboratorium.
Prof. Suardana menyajikan sesi bertajuk “Pengembangan Panduan Praktikum Menggunakan SSC Kit.” Beliau menjelaskan bahwa inisiatif tersebut didorong oleh berbagai tantangan yang sering dihadapi dosen dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran laboratorium yang inovatif, termasuk terbatasnya akses terhadap peralatan laboratorium, bahan kimia, panduan praktikum, dan sumber daya pembelajaran lainnya.
Menurut Prof. Suardana, ketersediaan panduan eksperimen yang tepat sangat penting untuk mendukung pembelajaran kimia yang efektif di laboratorium. Panduan yang diusulkan tersebut mencakup dua komponen utama: Panduan Guru yang memuat instruksi pelaksanaan eksperimen SSC, dan Panduan Praktikum Siswa yang dirancang untuk membantu siswa melakukan eksperimen menggunakan perangkat SSC.
Panduan Praktikum Siswa mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan kimia yang kontekstual dan bersifat praktik langsung, yang menghubungkan eksperimen laboratorium dengan konsep-konsep kimia yang relevan. Dengan memadukan kegiatan praktikum dan pemahaman konsep, pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta memperkuat keterampilan praktis siswa dalam bidang kimia.
Selain itu, Prof. Muderawan menjelaskan bahwa kimia pada dasarnya merupakan disiplin ilmu yang berbasis eksperimen, sehingga kegiatan laboratorium menjadi bagian penting dari pendidikan kimia. Beliau menekankan bahwa mahasiswa yang mulai mempelajari kimia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan kerja laboratorium secara aman, percaya diri, dan efektif. Keterampilan serta praktik laboratorium yang baik ini juga bermanfaat bagi karier akademik dan profesional mereka di masa depan.
Ia mengemukakan bahwa kegiatan laboratorium konvensional dapat menjadi tantangan tersendiri ketika institusi menghadapi keterbatasan fasilitas laboratorium, pasokan bahan kimia yang tidak memadai, serta anggaran yang terbatas. Dalam konteks ini, perangkat Small-Scale Chemistry (SSC) menawarkan solusi efektif untuk melaksanakan kegiatan praktikum kimia dengan penggunaan sumber daya yang lebih hemat. Eksperimen berskala mikro hanya memerlukan reagen dalam jumlah sedikit, sehingga dapat menekan biaya, mempersingkat waktu persiapan, serta meminimalkan jumlah limbah berbahaya yang dihasilkan selama eksperimen berlangsung.
Menurut Prof. Muderawan, pendekatan berskala mikro ini juga mendukung penerapan prinsip-prinsip Kimia Hijau (Green Chemistry), khususnya Prinsip 1 yang berfokus pada pencegahan limbah, Prinsip 6 yang mendorong efisiensi energi, serta Prinsip 11 yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi polusi. Dengan demikian, penerapan metode-metode ini memberikan peluang untuk menjadikan kegiatan laboratorium kimia lebih aman, lebih ekonomis, dan lebih berkelanjutan secara lingkungan.
Selama pelatihan berlangsung, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNRAM mengadakan sesi praktikum titrasi asam-basa berskala mikro menggunakan SSC Kit. Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Muderawan dan dibantu oleh Ibu Rachmadhani, S.Si., M.Sc. Para dosen dan mahasiswa turut serta dalam eksperimen tersebut dan dibagi ke dalam sepuluh kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari empat peserta.
Sesi praktikum ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan titrasi asam-basa berskala mikro dan menikmati pengalaman praktik langsung tersebut. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana SSC Kit dapat memfasilitasi pembelajaran praktikum kimia dengan penggunaan bahan kimia dalam jumlah lebih sedikit, sekaligus mendorong praktik laboratorium yang lebih aman dan berkelanjutan.
Dalam sambutan penutupnya, Drs. Muti’ah, M.Si., Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNRAM, menyambut baik pelaksanaan Pelatihan Eksperimen SSC serta menekankan manfaatnya bagi para dosen, calon guru kimia, dan mahasiswa pendidikan kimia. Beliau mencatat bahwa pelatihan tersebut telah membekali peserta dengan pengetahuan yang bermanfaat serta pengalaman praktik langsung yang dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran kimia yang bersifat praktis.
Beliau menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) atas kesediaan mereka berbagi keahlian serta kontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pelatihan ini. Drs. Muti’ah juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada LUPIC atas dukungan dan kontribusinya dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Beliau berharap kerja sama ini akan terus memberikan manfaat yang berarti bagi pengembangan pendidikan kimia di FKIP UNRAM.(fmipa)








