Karangasem. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Tahun 2026 mendorong penguatan ketahanan masyarakat melalui program “Desa Tangguh Air” di Desa Tianyar Tengah, Kabupaten Karangasem, Bali. Program yang digagas HMJ Fisika dan Pengajaran IPA Undiksha ini berfokus pada pengelolaan sumber daya air, konservasi lahan kering, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kekeringan. Desa Tianyar Tengah merupakan wilayah yang menghadapi keterbatasan air, dengan sekitar 69 persen wilayahnya berupa lahan kering dan periode kekeringan yang dapat berlangsung hingga enam bulan dalam setahun. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat masih bergantung pada air hujan dan pasokan air dari luar desa, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung aktivitas pertanian.
Untuk menjawab persoalan tersebut, PPK Ormawa menghadirkan sejumlah teknologi tepat guna melalui penerapan Reverse Osmosis (RO), Trap Water Gain, dan Smart Dryland Farming. Teknologi RO dapat mengolah air hujan yang kotor menjadi layak dikonsumsi dengan kapasitas reservoar 2000 liter, sedangkan Trap Water Gain digabungkan dengan Smart Dryland Farming sebagai demplot pertanian lahan kering dengan tanaman yang mendukung konservasi. Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai konservasi air, mitigasi kekeringan, serta pengolahan dan pemasaran produk berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan Desa Tangguh Air melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan dosen pendamping mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga penguatan keberlanjutan program. PPK Ormawa juga mendorong terbentuknya kelompok pengelola air dan kader Desa Tangguh Bencana agar masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola sarana, menjaga sumber daya air, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan secara mandiri. Melalui integrasi teknologi tepat guna, konservasi lingkungan, Smart Dryland Farming, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya membantu mengatasi persoalan air saat ini, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan Desa Tianyar Tengah dalam menghadapi kekeringan serta ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Tim PPK Ormawa HMJ Fisika dan Pengajaran IPA Undiksha menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan dan pendanaan yang diberikan melalui Program PPK Ormawa Tahun 2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) atas dukungan dan fasilitasi selama pelaksanaan program, serta kepada Pemerintah Desa Tianyar Tengah beserta seluruh masyarakat Desa Tianyar Tengah, Kabupaten Karangasem, atas dukungan, partisipasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan program Desa Tangguh Air. Sinergi dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan penguatan ketahanan air, pengelolaan lahan kering, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.(fmipa)





