Kerobokan, 6–8 Juni 2026 – Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan rangkaian kegiatan selama tiga hari yang berlangsung meriah dan penuh makna. Mengusung tema “Seven Years of Journey: From Science to Ocean Impact”, perayaan ini menjadi refleksi perjalanan tujuh tahun jurusan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan masyarakat pesisir.
Tema tersebut menggambarkan perjalanan Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan dalam membangun fondasi keilmuan yang kuat serta mengimplementasikan hasil pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menciptakan dampak positif bagi ekosistem laut dan lingkungan. Melalui tema ini, seluruh civitas akademika diajak untuk terus menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi masa depan sumber daya alam Indonesia.
Rangkaian kegiatan HUT ke-7 diawali pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Pantai Desa Kerobokan. Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat dengan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan. Sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan laut, pembukaan ditandai dengan pelepasan tukik (anak penyu) ke habitat alaminya. Kegiatan ini menjadi lambang harapan agar generasi muda terus menjaga dan melestarikan kekayaan hayati laut Indonesia, sebagaimana penyu yang memulai perjalanannya menuju samudra dan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Setelah prosesi pelepasan tukik, kegiatan dilanjutkan dengan aksi konservasi mangrove yang melibatkan seluruh peserta. Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya nyata menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan pantai. Selanjutnya, peserta melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan pesisir. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut dari ancaman pencemaran.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan berbagai permainan dan aktivitas kelompok yang mengedepankan kerja sama, kreativitas, serta solidaritas antar mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman edukatif, tetapi juga mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan.
Memasuki hari kedua, Minggu, 7 Juni 2026, perayaan HUT ke-7 dilanjutkan dengan penyelenggaraan turnamen BIC (Biomerish Infinity Clash). Turnamen Mobile Legends ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena dibuka untuk umum, sehingga diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan dan daerah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang e-sports, sekaligus mengembangkan kemampuan strategi, komunikasi, dan kerja sama tim dalam suasana kompetisi yang sehat.
Nama Biomerish Infinity Clash mencerminkan semangat tanpa batas dalam mengembangkan potensi diri, berinovasi, dan membangun komunitas yang solid. Kompetisi berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta maupun pendukung yang hadir. Setiap tim menampilkan strategi dan koordinasi terbaiknya dalam setiap pertandingan sehingga menciptakan suasana kompetitif yang menarik dan penuh semangat. Selain menjadi ajang hiburan, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar peserta serta memperkenalkan Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan kepada masyarakat yang lebih luas.
Puncak perayaan HUT ke-7 Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan digelar pada Senin malam, 8 Juni 2026, melalui kegiatan Malam Gelar Seni. Acara ini menjadi penutup rangkaian perayaan sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas dan bakat di bidang seni dan budaya. Berbagai penampilan disuguhkan dengan penuh semangat, diawali dengan tarian daerah Nusantara yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia, seperti tarian khas Papua dan tarian tradisional dari Sumatera Utara yang memukau para penonton melalui gerakan yang enerjik dan penuh makna.
Selain tarian tradisional, panggung seni juga dimeriahkan oleh penampilan tari modern yang menunjukkan kreativitas generasi muda dalam mengembangkan seni pertunjukan. Suasana semakin hidup dengan penampilanmonolog yang menghadirkan pesan-pesan reflektif melalui seni peran, serta vokal solo dan vocal group yang menampilkan kemampuan mahasiswa dalam bidang tarik suara. Beragam penampilan tersebut mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari seluruh hadirin yang hadir.
Malam Gelar Seni tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi simbol keberagaman, kreativitas, dan kebersamaan yang tumbuh di lingkungan Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan. Melalui berbagai pertunjukan yang ditampilkan, mahasiswa menunjukkan bahwa kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian seni dan budaya bangsa.
Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-7 ini, Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bagi lingkungan, pengembangan potensi mahasiswa, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan. Semangat “Seven Years of Journey: From Science to Ocean Impact” diharapkan terus menjadi inspirasi untuk melangkah maju, menciptakan inovasi, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat serta lingkungan di masa mendatang.(fmipa)









