Singaraja – Semangat berkompetisi, berpikir kritis, dan mengembangkan potensi di bidang sains mewarnai pelaksanaan Babak Final Gema Lomba Biologi (GLB) Tahun 2026 tingkat nasional jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Seminar MIPA dan Auditorium Balingkang Confucius Institute (BCI) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, ketelitian, serta penguasaan konsep Biologi melalui kompetisi yang edukatif dan kompetitif.
Penyelenggaraan GLB 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi akademik pelajar sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap ilmu Biologi. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya ditantang untuk menguasai konsep-konsep ilmiah, tetapi juga dituntut mampu menerapkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap tahapan perlombaan.
Suasana kompetisi mulai terasa saat para finalis bersama pembina masing-masing mengikuti proses registrasi di Ruang Seminar MIPA. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi melalui rangkaian acara yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undiksha, pembacaan doa, sambutan Ketua Panitia Pelaksana, serta sambutan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan. Setelah pembukaan, para peserta diarahkan menuju Laboratorium Biologi untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan pada babak final.
Babak final GLB 2026 berlangsung dalam dua sesi dengan mekanisme perlombaan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Pada sesi pertama, peserta SMP mengikuti tes esai untuk menguji pemahaman konsep dan kemampuan analisis, sedangkan peserta SMA menjalani tes praktikum yang menitikberatkan pada keterampilan serta penerapan pengetahuan Biologi.
Setelah jeda istirahat, ibadah, dan makan siang, kompetisi berlanjut ke sesi kedua dengan skema yang saling melengkapi. Peserta SMP mengikuti tes praktikum, sementara peserta SMA mengerjakan tes esai. Pembagian tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada para finalis untuk menunjukkan kompetensi dari dua sisi, yakni penguasaan teori dan kemampuan praktik dalam bidang Biologi.
Pelaksanaan tes esai dan praktikum menjadi inti kompetisi yang menuntut konsentrasi, kecermatan, pemahaman ilmiah, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara tepat. Melalui tahapan ini, GLB 2026 menghadirkan pengalaman kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan ilmiah peserta.
Di tengah berlangsungnya rangkaian perlombaan, panitia melaksanakan koreksi jawaban dan rekapitulasi nilai berdasarkan ketentuan yang berlaku. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan hasil kompetisi tersusun secara cermat sebelum diumumkan kepada seluruh peserta. Sementara itu, peserta memperoleh kesempatan untuk beristirahat dan menikmati hiburan yang telah disiapkan di Gedung Balingkang.
Puncak kegiatan berlangsung dalam acara penutupan di Auditorium Balingkang Confucius Institute (BCI) Undiksha. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Kebesaran Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan, dilanjutkan dengan hiburan serta sekapur sirih dari Dekan FMIPA Undiksha.
Momen yang paling dinantikan adalah pengumuman para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan, kerja keras, dan perjuangan para finalis selama mengikuti kompetisi. Rangkaian acara juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari para peraih juara pertama, kedua, dan ketiga, serta dokumentasi bersama sebagai penanda berakhirnya pelaksanaan babak final GLB Tahun 2026.
Melalui penyelenggaraan Gema Lomba Biologi 2026 tingkat nasional, FMIPA Undiksha diharapkan terus menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sains, serta membuka ruang bagi lahirnya pelajar berprestasi yang memiliki daya saing dan semangat belajar berkelanjutan.
Lebih dari sekadar perlombaan, GLB 2026 menjadi momentum untuk menumbuhkan keberanian dalam berkompetisi, menghargai proses, dan membangun semangat eksplorasi ilmiah di kalangan pelajar. Dengan semangat kolaborasi dan kompetisi yang sehat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.(fmipa)





