Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan sains melalui keterlibatan aktif dalam program Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) yang pada tahun 2026 memasuki tahun ke-4 pelaksanaan.Program kerja sama internasional ini melibatkan tiga perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Undiksha, yang bermitra dengan pemerintah Korea Selatan melalui Sogang University. LUPIC dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains, khususnya pendidikan kimia, melalui berbagai program strategis dan kolaboratif.
Sejalan dengan nota kesepahaman (MoU), program LUPIC mencakup empat fokus utama, yaitu peningkatan kapasitas pendidikan kimia, pengembangan program pendidikan berbasis STEM, pelatihan guru sains, serta penguatan jejaring regional antar pulau.Sebagai bagian dari implementasi program di tingkat institusi, FMIPA Undiksha melalui Tim LUPIC yang dipimpin oleh Prof. I Wayan Muderawan telah melaksanakan pertemuan koordinasi guna membahas capaian tahun ke-3 sekaligus merancang program kerja tahun ke-4. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di Royal Pitamaha Kedewatan, Ubud, dan dihadiri oleh perwakilan dari Korea Selatan, Prof. Won Koo Lee dari Sogang University, serta jajaran pimpinan FMIPA Undiksha, di antaranya Dekan FMIPA, Wakil Dekan I FMIPA, Ketua Jurusan Kimia, dan tim pelaksana LUPIC Undiksha.
Dalam paparannya, Ketua Tim LUPIC Undiksha menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan program pada tahun ke-3 telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi penguatan kapasitas akademik di lingkungan FMIPA. Namun demikian, masih terdapat beberapa program yang belum terlaksana secara optimal, seperti kegiatan blended learning kolaboratif antara UPI, UNNES, dan Undiksha, workshop penulisan artikel ilmiah untuk publikasi internasional, partisipasi dalam konferensi internasional, serta pengadaan instrumen dan peralatan laboratorium.
Evaluasi dari pihak mitra internasional yang disampaikan oleh Prof. Won Koo Lee menyoroti sejumlah aspek penting, di antaranya rendahnya serapan anggaran meskipun banyak kegiatan telah dilaksanakan, perlunya penerbitan buku dengan ISBN serta pencantuman acknowledgment kepada LUPIC, optimalisasi dukungan pencetakan buku referensi untuk mahasiswa, peningkatan kualitas video pembelajaran melalui penambahan narasi, serta pentingnya pendataan kontak peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Tim LUPIC FMIPA Undiksha juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama terkait proses administrasi dan teknis, seperti keterbatasan mitra penyedia jasa yang mendukung pembayaran menggunakan kartu kredit, keterlambatan respons vendor, serta mekanisme persetujuan pengadaan barang dengan nilai tertentu yang harus melalui pemerintah Korea Selatan.Meskipun demikian, FMIPA Undiksha memastikan bahwa pengadaan instrumen dan peralatan laboratorium tetap dapat dilanjutkan sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan praktikum di bidang kimia.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan terkait rencana program dan aktivitas LUPIC pada tahun ke-4 yang telah mendapatkan persetujuan dari pihak mitra. Ke depan, FMIPA Undiksha akan terus mengoptimalkan pelaksanaan program LUPIC sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan inovasi dalam pembelajaran sains yang berdampak luas.Melalui keterlibatan aktif dalam program ini, FMIPA Undiksha diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang unggul dan berdaya saing global dalam bidang pendidikan sains, khususnya pendidikan kimia.





Related posts





